Merajut api semangat dalam bingkai kebersamaan,
tumbuh melalui langkah-langkah kecil dalam keberagaman,
melandaskan keteguhan hati,
tanggung jawab dan cita dalam memaknai arti perjuangan.
tumbuh melalui langkah-langkah kecil dalam keberagaman,
melandaskan keteguhan hati,
tanggung jawab dan cita dalam memaknai arti perjuangan.
Suatu organisasi
tak luput dari berbagai macam bentuk rintangan dan halangan yang dapat
meredupkan lentera solidaritas dan ukhuwwah. Alasan-alasan kuno sering
digunakan untuk memutuskan tali silaturahmi dalam organisasi ketika. Akibatnya
organisasi tak lagi kondusif, hanya tinggal nama dan bendera. Jika sudah
seperti itu, aneh rasanya jika berharap organisasi dapat maju.
Kelompok studi
ekonomi islam – acses (Ksei-AcSES) menolak hal tersebut. Setiap tahunnya AcSES
mengadakan acara SMART untuk membekali para acsessor baru dengan warisan
semangat. SMART diadakan dalam dua tahap setiap tahunnya. Di awal semester
ganjil acses telah mengadakan SMART I. Dan pada semester genap ini, acses
mengadakan SMART II dengan tema “Knowing Yourself”.
SMART II diadakan
di pondok pesantren darul falah, kec. Lawang, kab. Malang. Perjalanan ditempuh
kurang lebih selama tiga jam dengan menggunakan kereta api “tumampel”
Surabaya-lawang.
Di dalam kereta
api, Mas Imam dan AcSESor lainnya memanfaatkan waktu luang dengan diskusi
masalah ekonomi islam. Diskusi tersebut juga membahas bab tauhid dan ma’rifat.
Tak terasa,
kereta api berhenti. Kami melanjutkan perjalanan dengan angkot ke lokasi tujuan. Di pondok Darul Falah nuansanya masih
asri dan sangat nyaman. Kami langsung terhenyut oleh hangatnya bantal dan
terbawa mimpi.
Keesokan harinya
kami sholat tahajud dan sholat subuh berjamaah. Kemudian senam pagi dan
jalan-jalan bersama. Kemudian kami memasuki segmen division time. Masing-masing
manajer divisi di setiap divisi berturut-turut memberikan kami tantangan.
Manajer divisi RnP (Research and Paper), Mas Zeqi dan mbak Jannah memerintahkan
kami untuk membuat judul paper yang paling menarik kemudian
mempresentasikannya
di depan kelompok. Manajer divisi Science, mas Arikha memerintahkan kami untuk
menyelesaikan beberapa kasus dalam akad ekonomi islam. Manajer divisi PRnCOM
(Public Relation and Communication), mas Rofi’i dan mbak Tiwi memberikan
kompetisi desain ayat-ayat al-qur’an pada kami. Manajer divisi IB (Islamic
Business), mas Pito dan mbak Riga memberikan kami soal-soal trivia tentang
produk-produk IB. Manajer divisi HRD (Human Research Development) meminta kami
untuk mengevaluasi sistem SGD (Sharia Group Discussion) dan menantang kami
untuk memberikan konsep yang terbaik untuk membangun kegiatan tersebut. SGD
sendiri merupakan acara halaqah yang dibimbing oleh AcSESor berpengalaman untuk
mengenal konsep ekonomi islam secara menyeluruh dan mengkaji masalah-masalah
baru di masyarakat.
Malamnya kami
membakar jagung bersama-sama. Lalu gantian akhwat yang membakar sosis
bersama-sama.
Keesokan harinya
kami sholat subuh bersama-sama. Kemudian dilanjut dengan outbond seharian. Setelah
itu, AcSESor alumni, mas Bayu, mas Irfan dan mbak Ayu menceritakan suka dukanya
selama menjadi pengurus. Cerita perjuangan Mas Bayu pergi ke Jakarta untuk
mengundang Ust. Yusuf Mansyur dalam acara “Gebyar Satu Dekade AcSES”
menggambarkan totalitas AcSESor. Himbauan-himbuan dari mas Irfan untuk menjaga
nuansa kekeluargaan AcSES memberikan kami semangat untuk memaknai waktu-waktu
berharga ini. Nuansa sendu mulai datang, ketika mbak Ayu selama berada dalam
organisasi mewarnai jalan-jalan kenangan beliau sebelum bekerja di OJK.
Kemudian dia
akhir acara ditunjukan kepada kami struktur kepanitiaan event AcSES Kerja Nyata
yang direalisasikan dengan kampanye nasional FoSSEI Jatim. Lalu
penghargaan-penghargaan semacam tim terbaik, peseerta terbaik difloorkan
setelah kami mengemasi barang-barang kami.
Setelah acara
tersebut kami pulang. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 5 jam. Karena
menunggu kereta api dan kereta api tersebut sempat berhenti beberapa jam di
jalan.










0 komentar:
Posting Komentar
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !