Adanya ilmu tidak bisa lepas dari adanya kehidupan, demikian
pula bagi seorang muslim adanya ilmu sangatlah penting. Kewajiban seorangmuslim
dalam menuntut ilmu juga disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, misalnya dalam
surat al-Baqarah : 26 yang isi kandungannya adalah bagaimana
seharusnya seorang muslim dapat mengambil pelajaran dari setiap ciptaan Allah.
Ada banyak sekali alasan mengapa seorang muslim dituntut
untuk menjadi pribadi muslim yang cerdas berilmu. Dalam surat Muhammad
: 19, Allah berfirman, “Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak
ada Tuhan melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.” Dari ayat
tersebut dijelaskan bahwa untuk beramal kita harus berilmu terlebih dahulu
yaitu pada urutan kata ketahuilah dan barulah memohon ampunan. Muadz bin Jabal
berkata, “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang
setelah adanya ilmu.” Apabila kita beramal tanpa adanya ilmu yang
menyertai amalan kita tersebut maka kita telah melakukan perbuatan yang sia-sia
karena kita tidak tahu bagaimana caranya agar amalan tersebut dapat diterima
Allah SWT.
Ilmu adalah syarat benarnya sebuah perkataan maupun
perbuatan. Tanpa adanya ilmu maka perkataan ataupun perbuatan yang kita lakukan
tidak akan ada artinya, bahkan bisa jadi kita tidak dipercaya oleh orang lain.
Dengan adanya ilmu kita juga dapat meluruskan niat perbuatan kita, karena
dengan ilmu kita bisa membedakan antara yang baik dan buruk.
Ilmu bisa diibaratkan sebagai cahaya dan petunjuk bagi
seorang muslim. Telah banyak orang yang menjadi mualaf setelah mereka melakukan
berbagai penelitian dan menemukan berbagai kebenaran-kebenaran yang ada dalam
ajaran Islam. Ilmulah yang membuat seseorang mengetahui banyak hal dari ciptaan
Allah. Bahkan dengan ilmulah satu-persatu ayat-ayat dalam al-Qur’an dapat
dibuktikan kebenarannya bahwa al-Qur’an adalah benar-benar dari Allah dan bukan
buatan Nabi Muhammad. Sebagai contoh yaitu dengan ditemukannya sungai air tawar
di bawah laut di perairan Meksiko, hal ini telah disebutkan dalam al-Qur’an
bahwa antara keduanya terdapat hijab (pembatas).
Keharusan menuntut ilmu bagi seorang muslim saat ini semakin
nyata didasari dengan adanya fakta bahwa ilmu pengetahuan dari dunia Islam
telah diboyong oleh dunia barat sedangkan Negara-negara barat mencegah
terjadinya perkembangan ilmu pengetahuan di Negara Islam yaitu dengan menyodori
umat Islam dengan berbagai persoalan agar umat Islam sibuk sendiri dan saling
bertikai antar sesama muslim. Dalam hal ini peran ilmu adalah membuat seorang
muslim sulit dipengaruhi dengan hal-hal negatif. Dengan lahirnya generasi
muslim yang cerdas berilmu, maka diharapkan dapat membawa Islam seperti pada
masa kejayaannya dahulu.
Ilmu memberikan keutamaan-keutamaan bagi orang yang
mempunyainya. Dalam hadits disebutkan bahwa para malaikat meletakkan
sayap-sayap mereka pada orang-orang yang menuntut ilmu karena Allah, hal ini
menunjukkan bahwa malaikat ridho dan senang terhadap orang yang menuntut ilmu.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman dalam surat al-Mujadillah : 11,
“Wahai orang-orang beriman! Apabila dikatakan kepadamu:“Berilah kelapangan
di dalam majlis-majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi
kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah,
niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Keutamaan lain dari ilmu yang kita miliki ialah dapat
menjaga kita dari hal-hal negatif. Dengan mempelajari ilmu pengetahuan, kita
dapat melakukan perubahan ke arah kemajuan umat Islam.
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya;
dan sekali-kali tak ada pelindung bagai mereka selain Dia. “ [TQS.
Ar-Ra’du : 11]
Tugas Essay SMART 2
by Siti Nur Rodiyah
Manajemen FEB UNAIR 2010
staff Divisi Business AcSES










0 komentar:
Posting Komentar
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !