slide

ASSALAMUALAIKUM

Wellcome to Our World

Profil AcSES

http://acsesfebunair-ksei.blogspot.co.id/search/label/Profil%20AcSES

---->Klik untuk membuka profil AcSES

Ekonomi Islam

---->Klik untuk berkenalan dengan ekonomi islam

AcSES News

---->Klik untuk membuka Informasi tentang agenda kami

FoSSEI News

---->Klik untuk membuka Informasi tentang agenda Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam

IE News

---->Klik untuk membuka Informasi terkini tentang perkembangan Indeks Syariah dan Unit Usaha Syariah

Call For Paper

---->Klik untuk mencari tahu tentang lomba paper terbaru

"/>

Shariah Group Discussion

---->Klik untuk berdiskusi bersama masalah ekonomi Islam

Our Idea

---->Klik untuk menemukan gagasan-gagasan terbaik kami

"/>

Download

---->Klik untuk mendownload file-file kami

Sabtu, 12 September 2015

Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah???



Barangkali  istilah islam dan syariah telah  muncul semenjak  awal  Islam  itu sendiri, tetapi pengertiannya menjadi sangat ditentukan oleh konteksnya.  Sama halnya dengan  istilah  syariah  dengan   hukum  Islam  ang   biasanya  dibedakan  dalam  konteks hukum  Islam. Syariah diartikan  sebagai  hukum  yang  sudah  pasti  dan  datang  dari ketentuan Tuhan serta tidak akan mengalami pergeseran dan perubahan, sedangkan kalau hukum  Islam   lebih  pada   hukum  fiqh  yang   akan  selaln berubah  sesuai  dengan kondisinya.
 
Ekonomi   Islam  dan  ekonomi  syariah  juga  bisa  dianggap  sebagai   istilah yang sama,  tetapi  sekaligus  juga  bisa  dimaknai  sebagai  dua  entitas  yang berbeda.  Artinya  kalau  untuk  menyatakan  hal  hal  yang  berkaitan  dengan  sebuah  istilah  yang praktis  dan  aplikatif,  barangkali  bisa  digunakan  syariah,  tetapi  sebagai sebuah ilmu yang memerlukan  berbagai perangkatnya, maka akan lebih sesuai manakala digunakan  istilah  Islam.  Hal  ini   sangat  penting  untuk  dimengerti  dan  dibedakan, mengingat kebutuhan dan kepentingan yang lebih luas. 

Bahkan dalam tataran praktis pun banyak ahli yang lebih suka dan enjoy dengan istilah Islam ketimbang syariah, meskipun  dalam peraturan perundangan yang ada di negeri kita ini lebih banyak  menggunakan istilah syariah ketimbang Islam. Bahkan hampir  tidak  kita  jumpai  peristilahan  Islam  dalam  perundangan  kita. Ketika  kita menengok undang undang tentang perbankan, kita menemukan istilah bank sayariah dan bukan bank Islam, walaupun di dunia internasional  malahan sebaliknya, yakni yang kita jumpai ialah Islamic banking atau bank Islam dan bukan bank Syariah. Demikian juga tentang peraturan lainnya, bahkan  Keputusan Menteri Agama tentang  program studi dan juga gelar yang disandangnya juga hanya mengenal syariah dan bukan Islam. 

Meskipun  demikian  kita  mengakui  bahwa  pernah  ada  beberapa  keputusan  dari kementerian  yang   menunjukkan   yang  berbeda,  semisal  pembukaan  dan  ijin  program studi sebelum munculnya KMA tersebut telah menggunakan istilah Islam, yakni ekonomi Islam dan gelar para alumninya juga  sarjana ekonomi Islam.  Tetapi sekali lagi untuk tingkat undang  undang,  memang  akan selalu muncul istilah syariah. 

Mungkin kita perlu menjelaskan persoalan ini, sehingga  kita  akan mengetahui  duduk  persoalan  yang sesungguhnya.  Ketika  zaman orde baru semua  orang  tahu  bahwa   kata  kata Islam masih merupakan  kata-kata yang membuat  phobia  banyak  kalangan, karena   kurangnya  penjelasan  tentang hal  tersebut  yang  terus  menerus. Ditambah  lagi  dari  perilaku  sebagian umat  Islam  yang  “menyimpang”  dan dianggap keras dan menakutkan banyak pihak, sehingga  pememrintah  pada  saat itu  memperketat  proteksi,  dan  akan selalu  menentang  segala  hal  yang diberikan  embel-embel Islam,  bahkan termasuk  umat  Islam  sendiri  yang  ikut menentangnya. 

Hal tersebut dapat kita mengerti, karena  memang  ada  upaya  upaya tertentu  dari  sebagian  umat  Islam  yang masih  berkeinginan untuk tetap  mengganti dasar Negara Pancasila dengan Islam. Apalagi ditonjolkan dalam  Islam ialah hal-hal yang menyeramkan, seperti  hukum potong tangan, hukum rajam, hukum cambuk, hukum qishash dan sebagainya. Semua itu semakin menambah argumentasi orang untuk  menolak  segala  hal  yang berbau Islam.

oleh: Anis Ekowati

0 komentar:

Posting Komentar

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Kelompok SGD Acsesor

 
Powered By Blogger

Kontributor

a

a