slide

ASSALAMUALAIKUM

Wellcome to Our World

Profil AcSES

http://acsesfebunair-ksei.blogspot.co.id/search/label/Profil%20AcSES

---->Klik untuk membuka profil AcSES

Ekonomi Islam

---->Klik untuk berkenalan dengan ekonomi islam

AcSES News

---->Klik untuk membuka Informasi tentang agenda kami

FoSSEI News

---->Klik untuk membuka Informasi tentang agenda Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam

IE News

---->Klik untuk membuka Informasi terkini tentang perkembangan Indeks Syariah dan Unit Usaha Syariah

Call For Paper

---->Klik untuk mencari tahu tentang lomba paper terbaru

"/>

Shariah Group Discussion

---->Klik untuk berdiskusi bersama masalah ekonomi Islam

Our Idea

---->Klik untuk menemukan gagasan-gagasan terbaik kami

"/>

Download

---->Klik untuk mendownload file-file kami

Sabtu, 12 September 2015

Cendekia Pemenang Kehidupan


“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang yang fasik.” (TQS. Ali Imran : 110)
Begitu tinggi pujian Allah bagi umat muslim. Tidak hanya pada ayat ini, banyak ayat lain yang juga menunjukkan bahwa Allah memberikan predikat tertinggi bagi umat Islam. Kaum Muslimin dijadikan sebagai Khalifah Allah di muka bumi untuk menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar serta untuk menjaga bumi ini. Agar umat muslim bisa menjalankan tugasnya, Allah juga telah memberikan bekal berupa aturan-aturan yang menuntun kita dalam menjalani kehidupan ini.

Menjadi cendekia sejati
Islam sebagai agama yang sempurna, tidak hanya berkutat seputar masalah hubungan manusia dengan Rabb-nya seperti sholat, zakat, puasa, haji, dan bersuci; ataupun hubungan manusia dengan dirinya sendiri semisal akhlak; namun juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain seperti aturan pergaulan, bermasyarakat, jual beli atau ekonomi, pendidikan, bahkan bernegara dan berpolitik. Dan semua hal ini, saling terkait membentuk satu kesatuan sebagai sebuah sistem kehidupan yang paripurna.
 “Maka demi Rabb-mu, mereka itu (pada hakikatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim (pemutus) atas segala permasalahan yang timbul diantara mereka, kemudian tidak ada rasa keberatan di hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya.” (TQS. An-Nisa’ : 65)
 “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian yang lain.’ serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir). Merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para Rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (TQS. An-Nisa’ : 150-152)
 “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin, dan wanita yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu keputusan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.” (TQS Al-Ahzab : 36)
Karena itu, sejatinya memperjuangkan Ekonomi Islam, Politik Islam, ataukah Pendidikan Islam, adalah perjuangan untuk menerapkan Islam secara keseluruhan tanpa mengabaikan satu pun aspek darinya.

Perjuangan untuk Ekonomi Islam
Pembahasan tentang perjuangan untuk Islam saya kutip dari pidato dari Syaikh Abu Khalil Ibrahim Utsman, Juru Bicara Hizbut Tahrir, pada Konferensi Ekonomi Internasional di Khartoum, Sudan 7 Muharram 1430:
 Implementasi sistem ekonomi Islam dalam negara Khilafah tidak tergantung pada “suasana hati” atau kecenderungan penguasa, akan tetapi yang menentukan adalah implementasi sistem yang diamanahkan Allah SWT. atas dasar takwa, serta keadilan hukum-hukum yang berlaku didalamnya.
Bukankah sudah tiba saatnya bagi manusia untuk berdiri, berjuang, dan melaksanakan amanah yang diberikan Allah SWT untuk mewujudkan kehidupan yang aman dan sejahtera, serta bebas dari krisis?
Dapat dikatakan bahwa sistem ini adalah sistem yang adil, fair, dan aman. Akan tetapi, sistem ini masih tersembunyi dibalik lembaran-lembaran buku, sedangkan mendirikan Negara Khilafah adalah sebuah tugas raksasa, atau paling tidak tugas yang sangat sulit. Lalu, mengapa kita harus mempersulit diri untuk memetik buah yang masih menggantung di cabang pohon yang sangat tinggi, dan menanggung risiko yang tidak ringan? Mengapa kita tidak cukup menunggu buah yang jatuh, memungutnya, membersihkannya dari tanah dan dari kotoran yang melekat, menutup mata jika masih ada kotoran yang tersisa, baru kemudian kita dapat memakannya? Bukankah yang demikian itu sama saja?”
Mengenai pandangan bahwa mengimplenentasikan sistem ekonomi Islam dalam Negara Khilafah adalah sebuah usaha yang sulit, bahkan mustahil, maka dapat dikatakan, bahwa kenyataannya bukanlah demikian. Tegaknya sistem ekonomi Islam dalam Negara Khilafah bukanlah suatu hal yang mustahil. Sebaliknya, Khilafah insya Allah akan segera berdiri.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal salih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka akan tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Ku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, maka mereka termasuk orang-orang yang fasik” (TQS.an-Nur : 55)
 Adapun pilihan mencukupkan diri dengan memungut buah yang jatuh, membersihkannya, dan memakannya, maka sesungguhnya sikap ini tidak berbeda dengan sikap kaum kapitalis, yang membiarkan Kapitalisme terus diimplementasikan, dan mencukupkan diri dengan membersihkan kotoran-kotoran yang menyelimutinya, menutup mata dengan kotoran yang tersisa, kemudian memakannya. Yang demikian ini bukanlah sikap seorang Muslim yang menginginkan kebaikan di dunia dan di akhirat. Demikian juga, sikap semacam itu bukanlah sikap orang-orang yang berfikir dan berjuang untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik.
Telah jelas keagungan sistem ekonomi Islam, yang menjamin kehidupan ekonomi seluruh rakyatnya di bawah naungan Negara Khilafah. Siapa saja yang mengikuti jalan yang lurus, dan terus berjuang untuk menegakkan kebenaran, maka mereka akan mendapatkan rahmat-Nya. Dan siapa saja yang memilih sistem lain selain sistem Islam, maka Anda akan melihat mereka mendapatkan kesulitan dan penderitaan di dunia, serta siksa di akhirat kelak. Allah Swt berfirman:
“Maka datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan celaka. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan pada Hari Khiamat akan dikembalikan dala keadaan buta.” (TQS. Thaha : 123-124)

Untuk AcSES dan FoSSEI
AcSES dan FoSSEI merupakan sebuah contoh perkumpulan para cendekia yang berjuang untuk membumikan Ekonomi Islam. Namun baik AcSES maupun FoSSEI tidak ada artinya tanpa adanya kontribusi dari para cendekia yang unggul, yang dengan sepenuh hati memahami dan memperjuangkan agamanya.
Dengan mempelajari Islam secara menyeluruh, keyakinan bahwa agama yang kita perjuangkan adalah agama yang benar, tidak ada keraguan lagi didalamnya, akan tumbuh; serta kita akan terhindar dari pemikiran-pemikiran yang mencoba menyesatkan kaum muslimin dari jalan Rabb-nya.
Perjuangan selanjutnya adalah mengajak umat Islam agar kembali memegang teguh agamanya. Kemenangan umat muslim sama artinya dengan kesejahteraan umat manusia baik bagi umat Islam maupun Non Islam, karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Jadi, masihkah kita ragu akan kemenangan Islam ini? Bagaimana dengan Anda? Siapkah Anda menjadi penjaga Islam yang setia? Siapkah Anda optimal dan Ikhlas dalam setiap aktivitas dakwah Anda? Siapkah Anda mengesampingkan kepentingan individu Anda demi dakwah Islam ini? Jika jawaban Anda “SIAP” dengan mantap maka nantikanlah ….bahwa SURGA telah nampak jelas di depan Anda dengan sambutan para malaikat penjaganya. Tetapi jika Anda menjawabnya dengan ragu-ragu atau bahkan jawaban Anda “TIDAK SIAP”, maka sungguh kemenangan Islam akan tetap terwujud dengan izin Allah dan Anda hanya menjadi PENONTONNYA.

…………………………………………………………….

“ Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya denga limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan Ma’rifah-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad, kepada keluarganya, dan kepada semua shahabatnya.”

……………………………………………………………................

Tugas SMART 2
by Desi Purnamasari N
Ekonomi Pembangunan FEB UNAIR 2010

Sekretaris I AcSES

0 komentar:

Posting Komentar

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Kelompok SGD Acsesor

 
Powered By Blogger

Kontributor

a

a